Fikriyah

confident and temporary

Rendah Hati

pada 28 Februari 2012

Rendah hati mungkin adalah sebuah kata yang hampir hilang dari pembendaharaan bahasa kita. Hampir setiap hari kita mendengar atau menyaksikan betapa para pemimpin kita, para elit politik dan pejabat publik menunjukan arogansi kekuasaan atau jabatannya. Pertikaian politik di antara para pemimpin sesungguhnya telah memberi gambaran yang jelas betapa mereka sungguh merasa dirinya paling benar, paling mewakili rakyat, dan paling mengerti pesoalan.
Demikian hanya dengan para pakar dan pengamat politik, ekonomi dan sosial. Semuanya berlomba-lomba untuk memberikan komentarnya kepada piblik dengan rasa diri paling benar dan orang lain paling salah. Kita memang tidak perlu mengatakan bahwa saudar kita itu tinggi hati, sombong, high pofile, arogan, selalu ingin dihormati dan diistimewakan, tidak mau didengar, tidak mau melayani, karena hal itu sama dengan kita juga tidka memiliki kerendahan hati.
Kerendahan hati merupakan salah satu bahan (ingredients) yang paling penting dalam karakter seseorang yang telah menemukan jati dirinya, di samping integritas, pasrah, rela memaafkan dan pengendalian diri. Mengenai topik indegritas, dan rela memaafkan telah dibahas dalam rubik Mandiri beberapa waktu yang lalu. Sedangkan topik pasrah akan dibahas dalam edisi mendatang.
Kerendahanhati juga merupakan salah satu indikator dari tingginya kecerdasan spiritual seseorang. Seorang tidak bisa menunjukankan sikap atau karakter rendah hati, berarti belum mencpai kedamaian dengan diinya. Dari hasil riset yang dilakukan oleh Gey Hendrik, PhD dan Kate Ludeman, PhD terhadap 800-an manajer perusahaan yang mereka tangani selama 25 tahun, salah satu kesimpulannya adalah bahwa para pemimpin yang berhasil membawa perusahaan atau oganisasinya ke puncak kesuksesan biasanya adalah orang yang memiliki integritas, mampu menerima kritik, rendah hati, dan mngenal dirinya dengan baik. Para pemimpin yang sukses ini ternyata memiliki kecerdasan spiritua yang jauh lebih tinggi dari manusia rata-rata. Mereka justru adalah manusia yang rendah hati.
Berikut ini adlah sejumlah karakteristik tau ciri-ciri dari seseorang yang memliliki kecedasan spiitual yng lebih bik dibanding kita tidk memilikinya.
•    Mau melayani
•    Memandang setiap individu unik, istimewa dan penting
•    Mau mendengar dan menerima kritikan
•    Menang tanpa ngasorake, ngalh tapi ora kalah
•    Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf
•    Rela memaafkan
•    Lemah lembut dan penuh pengendalian diri
•    Mengutamakan kepentingan yang lebih besar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: